Jumat, 15 Desember 2017

TUGAS 6 " Menuntut Ilmu sampai Akhir Hayat. "

Bismillahirrahman nirrahim. 
Assalamualaikum. Wr. Wb


  •   Alhamdulillah pada pertemuan ini. Kita masih bisa diberi kesehatan oleh allah S.W.T.  karena dengan izin-Nya lah Saya masih bisa menyelesaikan tugas ke 6 saya dan bisa menjadi kan pertemuan kuliah saya menjadi Rangkuman Tugas 6 yang berjudul " Menuntut Ilmu sampai Akhir Hayat. "


   Pada Pembahasan Kali ini Yaitu tentang Pentinga kita Sebagai seorang muslim untuk menuntut ilmu sampai akhir hayat. seperti Hadis dibawah ini:

“Tolabul ilmi minal mahdi ilal lahdi”
artinya Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat.

   Sebagian ulama menilai hadis ini lemah. Namun janganlah cepat2 menilai demikian lihat dulu maknanya? Bila yang menuntut ilmu adalah seorang bayi yang baru lahir, apalagi ditambah bahwa untuk kewajiban berilmu adalah orang yang sudah berakal yaitu Akil balik. sudah pasti hadis ini tidak memenuhi harapan.

   Jadi dalam membaca hadis itu bukan ditunjukan pada bayi untuk menuntut ilmu, tetapi pada orang yang membacanya yaitu orang berakal. karena kewajiban menuntut ilmu adalah pada orang berakal. Orang berakal akan melihat hadis ini secara utuh dengan melihat lintasan kejadian / peristiwa penting yaitu pada masa buaian dan masa kematian.
   Hal tersebut dikaitkan dengan ilmu dahsyat yang didapat pada peristiwa Awalin yang dialami bayi, atau kejadian awal manusia dan peristiwa dashyat lainnya yaitu peristiwa ajal / kematian. Orang yang memiliki kesadaran awalin dan akhirin sudah pasti memiliki kesadaran mengenai masa kini. Dia akan tahu siapa yang menciptakannya, tahu fungsi dirinya, tahu tujuan hidupnya, mengetahui juga fungsi media yang didiaminya yaitu dunia.

   Kesadaran Awalin dan Akhirin akan diupayakan sebagai garis lurus sehingga akan selalu berpegang pada petunjukNya, dan orang yang demikian akan cepat mengetahui kalau ada perbuatan yang melenceng dari garis itu, dan berusaha cepat kembali. Orang yang demikian akan lepas dari kebingungan dan penasaran dalam menempuh perjalanan hidupnya.

   Imam Ibn Athaillah :”Salah satu tanda sukses di akhir perjalanan adalah kembali kepada Allah di awal perjalanan ( Al hikam)
   Kembali lagi bahwa hadis ini, bisa dikatakan tidak shahih sanadnya, tetapi maknanya tidak diragukan kesahihannya. Allah Ta’ala telah berfirman:
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati.” (QS. An Nahl: 78).

   Jadi, manusia dilahirkan dalam keadaan tidak tahu apa-apa, kemudian mereka terus menerus belajar sampai dia disemayamkan di kuburnya. Hal ini adalah prilaku orang-orang shalih dan ulama yang menghabiskan hidupnya dengan ilmu, baik mencari dan mengajarkannya, sejak mereka kanak-kanak hingga detik-detik menjelang ajalnya.
Alhamdulillah Rangkuman Pada pertemuan yang berjudul " Menuntut ilmu sampai akhir Hayat " dapat dirangkum dengan lancar. Dengan Ini saya akhiri dengan Salam.

Wassalamualaikum. Wr. Wb
Refrensi :
https://googleweblight.com/?lite_url=https://perkarahati.wordpress.com/2013/10/08/tuntutlah-ilmu-mulai-dari-buaian-sampai-liang-lahat/&ei=sUvylOSY&lc=id-ID&s=1&m=619&host=www.google.co.id&ts=1512626669&sig=AOyes_TODOYTWTRdoDAvyBXKR_ASfNt0VA

Rabu, 06 Desember 2017

TUGAS 5 " Manusia Sebagai Makhluk Otonom dan Makhluk Sosial "

Bismillahirrahman nirrahim. 
Assalamualaikum. Wr. Wb
  Alhamdulillah pada pertemuan ini. Kita masih bisa diberi kesehatan oleh allah S.W.T.  karena dengan izin-Nya lah Saya masih bisa menyelesaikan tugas ke 5 saya dan bisa menjadi kan pertemuan kuliah saya menjadi Rangkuman Tugas 5 yang berjudul " Manusia Sebagai Makhluk Otonom Dan Mahkluk Sosial. "
  Seperti yang Dilihat tentang judul yang saya buat sebenarnya Saya membawakan 2 materi sekaligus yaitu manusia sebagai makhluk otonom dan Makhluk sosial . pertama tama saya bahas terlebih dahulu tentang manusia sebagai makhluk otonom.
  Sebagai makhluk otonom, manusia mempunyai kebebasan untuk menentukan sikap, dengan kata lain, ia adalah makhluk yang mandiri. Secara etimologi, Otonomi berasal dari bahasa Yunani “autos” yang artinya sendiri, dan “nomos” yang berarti hukum atau aturan, jadi pengertian otonomi adalah pengundangan sendiri. Otonom berarti berdiri sendiri atau mandiri. Jadi setiap orang memiliki hak dan kekuasaan menentukan arah tindakannya sendiri. Ia harus dapat menjadi tuan atas diri. Berbicara mengenai manusia bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana, karena manusia banyak memiliki keunikan. Keunikan tersebut dinyatakan sebagai kodrat manusia. Manusia sulit dipahami dan dimengerti secara menyeluruh tetapi manusia mempunyai banyak kekuatan-kekuatan spiritual yang mendorong seseorang mampu bekerja dan mengembangkan pribadinya secara mandiri. Arti otonom adalah mandiri dalam menentukan kehendaknya, menentukan sendiri setiap perbuatannya dalam pencapaian kehendaknya.
Allah telah memberikan akal budi yang membuat manusia tahu apa yang harus dilakukannya dan mengapa harus melakukannya. Dengan kemampuan akal budinya, manusia mampu membedakan hal baik dan buruk dan membuat keputusan berdasarkan suara hatinya dan mampu bersikap kritis terhadap berbagai pilihan hidup. Manusia adalah makhluk hidup, yang mampu memberdayakan akal budinya, maka manusia mempunyai berbagai kemampuan, yakni mampu berpikir, berkreasi, berinovasi, memberdayakan kekuatannya sehingga manusia tidak pernah berhenti untuk berkembang dalam mengembangkan dirinya sebagai suatu upaya dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya, dalam mengaktualisasikan sebagai individu. Dalam pembahasan tentang manusia makhluk otonom ini akan dibagi dalam tema sebagai berikut:
A. Suara hati
B. Bersikap kritis terhadap media massa.
C. Bersikap kritis terhadap gaya hidup yang berkembang dan ideologi.
   Nah itulah pembahasan tentang Materi pertama.Oke sekarang saya akan lanjut ke pembahasan kedua.Yaitu tentang manusia sebagai makhluk sosial.
Manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup dengan sendiri. Manusia diciptakan oleh ALLAH SWT sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Di dalam kehidupannya manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Hal ini merupakan salah satu kodrat manusia yang selalu ingin berhubungan dengan manusia lain.
   Kita tidak bisa seenaknya melakukan hal-hal menurut keinginan kita sendiri itu karena kita adalah makhluk sosial. Hidup tanpa bantuan dari orang lain tidak akan bisa berjalan dengan baik dan tidak akan bisa tercapai. Sering kita lihat dan mungkin kita alami betapa sulitnya kita tanpa ada teman yang bisa membantu dan menemani kita, kita tidak akan bisa berinteraksi dan bersosialisasi. Makhluk individu dan makhluk sosial sangat berkaitan erat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, betapa pentingnya peranan masyarakat di sekitar kita.
   Alhamdulillah Rangkuman Pada pertemuan yang berjudul " Manusia Sebagai Makhluk Ciptaan Allah S.W.T. " dapat dirangkum dengan lancar. Dengan Ini saya akhiri dengan Salam.

Wassalamualaikum. Wr. Wb
Refrensi :
- http://pusat-ilmu-umum.blogspot.co.id/2016/11/manusia-sebagai-makhluk-sosial.html?m=1
- http://katekese-sekolah.blogspot.co.id/2015/07/manusia-makhluk-otonom.html?m=1