Jumat, 15 Desember 2017

TUGAS 6 " Menuntut Ilmu sampai Akhir Hayat. "

Bismillahirrahman nirrahim. 
Assalamualaikum. Wr. Wb


  •   Alhamdulillah pada pertemuan ini. Kita masih bisa diberi kesehatan oleh allah S.W.T.  karena dengan izin-Nya lah Saya masih bisa menyelesaikan tugas ke 6 saya dan bisa menjadi kan pertemuan kuliah saya menjadi Rangkuman Tugas 6 yang berjudul " Menuntut Ilmu sampai Akhir Hayat. "


   Pada Pembahasan Kali ini Yaitu tentang Pentinga kita Sebagai seorang muslim untuk menuntut ilmu sampai akhir hayat. seperti Hadis dibawah ini:

“Tolabul ilmi minal mahdi ilal lahdi”
artinya Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat.

   Sebagian ulama menilai hadis ini lemah. Namun janganlah cepat2 menilai demikian lihat dulu maknanya? Bila yang menuntut ilmu adalah seorang bayi yang baru lahir, apalagi ditambah bahwa untuk kewajiban berilmu adalah orang yang sudah berakal yaitu Akil balik. sudah pasti hadis ini tidak memenuhi harapan.

   Jadi dalam membaca hadis itu bukan ditunjukan pada bayi untuk menuntut ilmu, tetapi pada orang yang membacanya yaitu orang berakal. karena kewajiban menuntut ilmu adalah pada orang berakal. Orang berakal akan melihat hadis ini secara utuh dengan melihat lintasan kejadian / peristiwa penting yaitu pada masa buaian dan masa kematian.
   Hal tersebut dikaitkan dengan ilmu dahsyat yang didapat pada peristiwa Awalin yang dialami bayi, atau kejadian awal manusia dan peristiwa dashyat lainnya yaitu peristiwa ajal / kematian. Orang yang memiliki kesadaran awalin dan akhirin sudah pasti memiliki kesadaran mengenai masa kini. Dia akan tahu siapa yang menciptakannya, tahu fungsi dirinya, tahu tujuan hidupnya, mengetahui juga fungsi media yang didiaminya yaitu dunia.

   Kesadaran Awalin dan Akhirin akan diupayakan sebagai garis lurus sehingga akan selalu berpegang pada petunjukNya, dan orang yang demikian akan cepat mengetahui kalau ada perbuatan yang melenceng dari garis itu, dan berusaha cepat kembali. Orang yang demikian akan lepas dari kebingungan dan penasaran dalam menempuh perjalanan hidupnya.

   Imam Ibn Athaillah :”Salah satu tanda sukses di akhir perjalanan adalah kembali kepada Allah di awal perjalanan ( Al hikam)
   Kembali lagi bahwa hadis ini, bisa dikatakan tidak shahih sanadnya, tetapi maknanya tidak diragukan kesahihannya. Allah Ta’ala telah berfirman:
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati.” (QS. An Nahl: 78).

   Jadi, manusia dilahirkan dalam keadaan tidak tahu apa-apa, kemudian mereka terus menerus belajar sampai dia disemayamkan di kuburnya. Hal ini adalah prilaku orang-orang shalih dan ulama yang menghabiskan hidupnya dengan ilmu, baik mencari dan mengajarkannya, sejak mereka kanak-kanak hingga detik-detik menjelang ajalnya.
Alhamdulillah Rangkuman Pada pertemuan yang berjudul " Menuntut ilmu sampai akhir Hayat " dapat dirangkum dengan lancar. Dengan Ini saya akhiri dengan Salam.

Wassalamualaikum. Wr. Wb
Refrensi :
https://googleweblight.com/?lite_url=https://perkarahati.wordpress.com/2013/10/08/tuntutlah-ilmu-mulai-dari-buaian-sampai-liang-lahat/&ei=sUvylOSY&lc=id-ID&s=1&m=619&host=www.google.co.id&ts=1512626669&sig=AOyes_TODOYTWTRdoDAvyBXKR_ASfNt0VA

Rabu, 06 Desember 2017

TUGAS 5 " Manusia Sebagai Makhluk Otonom dan Makhluk Sosial "

Bismillahirrahman nirrahim. 
Assalamualaikum. Wr. Wb
  Alhamdulillah pada pertemuan ini. Kita masih bisa diberi kesehatan oleh allah S.W.T.  karena dengan izin-Nya lah Saya masih bisa menyelesaikan tugas ke 5 saya dan bisa menjadi kan pertemuan kuliah saya menjadi Rangkuman Tugas 5 yang berjudul " Manusia Sebagai Makhluk Otonom Dan Mahkluk Sosial. "
  Seperti yang Dilihat tentang judul yang saya buat sebenarnya Saya membawakan 2 materi sekaligus yaitu manusia sebagai makhluk otonom dan Makhluk sosial . pertama tama saya bahas terlebih dahulu tentang manusia sebagai makhluk otonom.
  Sebagai makhluk otonom, manusia mempunyai kebebasan untuk menentukan sikap, dengan kata lain, ia adalah makhluk yang mandiri. Secara etimologi, Otonomi berasal dari bahasa Yunani “autos” yang artinya sendiri, dan “nomos” yang berarti hukum atau aturan, jadi pengertian otonomi adalah pengundangan sendiri. Otonom berarti berdiri sendiri atau mandiri. Jadi setiap orang memiliki hak dan kekuasaan menentukan arah tindakannya sendiri. Ia harus dapat menjadi tuan atas diri. Berbicara mengenai manusia bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana, karena manusia banyak memiliki keunikan. Keunikan tersebut dinyatakan sebagai kodrat manusia. Manusia sulit dipahami dan dimengerti secara menyeluruh tetapi manusia mempunyai banyak kekuatan-kekuatan spiritual yang mendorong seseorang mampu bekerja dan mengembangkan pribadinya secara mandiri. Arti otonom adalah mandiri dalam menentukan kehendaknya, menentukan sendiri setiap perbuatannya dalam pencapaian kehendaknya.
Allah telah memberikan akal budi yang membuat manusia tahu apa yang harus dilakukannya dan mengapa harus melakukannya. Dengan kemampuan akal budinya, manusia mampu membedakan hal baik dan buruk dan membuat keputusan berdasarkan suara hatinya dan mampu bersikap kritis terhadap berbagai pilihan hidup. Manusia adalah makhluk hidup, yang mampu memberdayakan akal budinya, maka manusia mempunyai berbagai kemampuan, yakni mampu berpikir, berkreasi, berinovasi, memberdayakan kekuatannya sehingga manusia tidak pernah berhenti untuk berkembang dalam mengembangkan dirinya sebagai suatu upaya dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya, dalam mengaktualisasikan sebagai individu. Dalam pembahasan tentang manusia makhluk otonom ini akan dibagi dalam tema sebagai berikut:
A. Suara hati
B. Bersikap kritis terhadap media massa.
C. Bersikap kritis terhadap gaya hidup yang berkembang dan ideologi.
   Nah itulah pembahasan tentang Materi pertama.Oke sekarang saya akan lanjut ke pembahasan kedua.Yaitu tentang manusia sebagai makhluk sosial.
Manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup dengan sendiri. Manusia diciptakan oleh ALLAH SWT sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Di dalam kehidupannya manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Hal ini merupakan salah satu kodrat manusia yang selalu ingin berhubungan dengan manusia lain.
   Kita tidak bisa seenaknya melakukan hal-hal menurut keinginan kita sendiri itu karena kita adalah makhluk sosial. Hidup tanpa bantuan dari orang lain tidak akan bisa berjalan dengan baik dan tidak akan bisa tercapai. Sering kita lihat dan mungkin kita alami betapa sulitnya kita tanpa ada teman yang bisa membantu dan menemani kita, kita tidak akan bisa berinteraksi dan bersosialisasi. Makhluk individu dan makhluk sosial sangat berkaitan erat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, betapa pentingnya peranan masyarakat di sekitar kita.
   Alhamdulillah Rangkuman Pada pertemuan yang berjudul " Manusia Sebagai Makhluk Ciptaan Allah S.W.T. " dapat dirangkum dengan lancar. Dengan Ini saya akhiri dengan Salam.

Wassalamualaikum. Wr. Wb
Refrensi :
- http://pusat-ilmu-umum.blogspot.co.id/2016/11/manusia-sebagai-makhluk-sosial.html?m=1
- http://katekese-sekolah.blogspot.co.id/2015/07/manusia-makhluk-otonom.html?m=1

Rabu, 15 November 2017

TUGAS 4 " Manusia Makhluk Ibadat "

Bismillahirrahman nirrahim. 
Assalamualaikum. Wr. Wb
  Alhamdulillah pada pertemuan ini. Kita masih bisa diberi kesehatan oleh allah S.W.T.  karena dengan izin-Nya lah Saya masih bisa menyelesaikan tugas ke 4 saya dan bisa menjadi kan pertemuan kuliah saya menjadi Rangkuman Tugas 4 yang berjudul " Manusia Makhluk Allah Ibadat "
   Sebagaimana seperti yang sudah dicantumkan oleh beberapa firman-Nya:
“Wa maa kholaqtul jinna wal insa illa liya’buduun[i]”
- Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. [QS 51 : 56].
   Meskipun merupakan tugas, akan tetapi pelaksanaan ibadah bukan untuk Allah:
“Maa ‘uriydu minhum mir-rizkin wa maa uriydu an yuth’imuun[i]”
- Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. [QS 51 : 57],
   karena Allah tidak memerlukan apa-apa. Ibadah pada dasarnya adalah untuk kebutuhan dan keutamaan manusia itu sendiri.
beribadah kepada Allah dibagi dua, yaitu sebagai berikut:
1. Ibadah Mahdhah atau Ibadah Khusus
   Yang dimaksud denga n ibadah mahdhah adalah hubungan manusia dengan Tuhannya, yaitu hubungan yang akrab dan suci antara seorang muslim dengan Allah SWT yang bersifat ritual (peribadatan), Ibadah mahdhah merupakan manifestasi dari rukun islam yang lima. Atau juga sering disebut ibadah yang langsung. Selain itu juga ibadah mahdhah adalah ibadah yang perintah dan larangannya sudah jelas secara zahir dan tidak memerlukan penambahan atau pengurangan.
2. Ibadah Ghairu Mahdhah
   Yang dimaksud ibadah ghairu mahdhah berarti mencakup semua perilaku manusia yang hubungannya dengan sesama manusia, yaitu dalam semua aspek kehidupan yang sesuai dengan ketentuan Allah swt, yang dilakukan dengan ikhlas untuk mendapat ridho Allah swt. Atau sering disebut sebagai ibadah umum atau muamalah, yaitu segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi oleh Allah baik berupa perkataan atau perbuatan, lahir maupun batin yang mencakup seluruh aspek kehidupan seperti aspek ekonomi, sosial, politik, budaya, seni dan pendidikan. Seperti qurban, pernikahan, jual beli, aqiqah, sadaqah, wakaf, warisan dan lain sebagainya. Selain itu ibadah ghairu mahdhah adalah ibadah yang cara pelaksanaannya dapat direkayasa oleh manusia, artinya bentuknya dapat beragam dan mengikuti situasi dan kondisi, tetapi substansi ibadahnya tetap terjaga. Seperti perintah melaksanakan perdagangan dengan cara yang halal dan bersih.
  Tugas sebagai khalifah Allah ialah memakmurkan bumi ini dengan mentadbir serta mengurusnya dengan peraturan dan undang-undang Allah. Tugas beribadah dan mengabdi diri kepada Allah dalam rangka melaksanakan segala aktiviti pengurusan bumi ini yang tidak terkeluar dari garis panduan yang datang dari Allah swt. dan dikerjakan segala kegiatan pengurusan itu dengan perasaan ikhlas kerana mencari kebahagian dunia dan akhirat serta keredaan Allah.
  Beribadah tidaklah sulit sebenarnya, kawan. Hanya perlu keikhlasan dan ketulusan dalam diri kita. Sekecil-kecilnya, dengan contoh seperti ini, perbuatan baik tidak akan ada nilainya jika dilakukan tanpa mengucap Bismillah, dan apabila diucapkan maka sudah dianggap ibadah.
  Mengenai bahasan tentang Ibadat Sudah pasti yang dipikirkan pertama kali adalah sholat. Ya memang pada sejati Sholat pada diakhirat akan menjadi syarat utama untuk bisa diterima dan diperhitungkannya seluruh amalan kita. Apabila kita bisa melaksanakan sholat dengan baik dan benar maka amalan kita pun akan ikut benar dan akan bisa diperhitungkan amalanya. Karena apalabila dalam perumpamaan Sholat Adalah sebuah Lokomotif / Mesin pengerak dalam kereta , apabila mesin tersebut bermasalah maka Gerbong - Gerbong Lain dibelakanya yang diperumpamakan sebagai amalan ibadat lain tersebut itupun juga akan terkena dampaknya juga kereta itu pun tidak dapat beroperasi dan bisa menuju ketujuan seperti amalan tidak akan bisa juga terhitung dan bisa menuju surganya Allah S.W.T.
  Dalam Agama Semua Semua Yang terjadi Dimuka bumi ini pastinya sudah terkonsepkan oleh Allah S.W.T dan kita sebagai hambanya harus bisa menaati dan serta Bertaqwa Kepada-Nya. Konsep Islam atau Konsep Sebagai Seorang Muslim yaitu ada 3 : IMAN ,ILMU dan AMAL. Ketiga hal tersebut tentunya sudah hal yang sangat melekat dengan Islam dan Muslim. Karena ketiga tersebut adalah Perintah allah yang tidak bisa Diubah. Dari 3 konsep tersebut dimana Kita tahu seharus seorang Muslim pastinya Harus beriman dan Supaya dia beriman dia harus memiliki Ilmu dan setelah memiliki Ilmu hendaknya untuk seorang Muslim bisa Mengamalkan Ilmunya tersebut didalam Hidupnya.
  Alhamdulillah Rangkuman Pada pertemuan yang berjudul " Manusia Makhluk Ibadat " dapat dirangkum dengan lancar. Dengan Ini saya akhiri dengan Salam.

Wassalamualaikum. Wr. Wb

Kamis, 19 Oktober 2017

TUGAS 3 " Manusia Diantara Makhluk Allah S.W.T.''

Bismillahirrahman nirrahim.

Assalamualaikum. Wr. Wb

  Alhamdulillah pada pertemuan ini. Kita masih bisa diberi kesehatan oleh allah S.W.T.  karena dengan izin-Nya lah Saya masih bisa menyelesaikan tugas ke 3 saya dan bisa menjadi kan pertemuan kuliah saya menjadi Rangkuman Tugas 3 yang berjudul " Manusia Diantara Makhluk Allah S.W.T ".

  Pada Hakikatnya Allah menciptakan semua makhluknya dengan derajat yang sama. Menurut ajaran agama Islam , selain Allah SWT semuanya adalah “ makhluk ” . Hanya Allah SWT yang Khalik” .
Makhluk itu terdiri atas :
1. Malaikat .
2. Setan / Jin / lblis.
3. Manusia .
4. Binatang .
5. Tumbuhan ( Alam ).
   Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang terbaik diantara makhluk yang lainnya. Manusia terdiri atas jasad , roh , akal dan nafsu. Malaikat tidak berjasad dan tidak bernafsu (kurang dari manusia ) . Setan tidak berjasad dan tidak berakal (kurang dari manusia ) . Binatang bejasad dan tidak berakal (kurang dari manusia ) . Alam hanya berjasad saja ( sangat kurang dari manusia ) .

   Dan Segala Sesuatu yang diCiptakan Oleh Allah memiliki fungsi yang berimbang pasti ada kekurangan dan kelebihan. Juga setiap makhluk diberikan kesitimewaannya masing -masing. Seperti halnya Manusia Diciptakan Sebagai Khalifah Dimuka bumi ini. Yang bermakna manusia adalah pemimpin dari setiap makhluk yang ada dimuka bumi. Karena itu sudah menjadi sunatullah dan sunaturrasul. Dan fitrah untuk setiap makhluk mengikuti peraturan yang ditentukan oleh Allah S.W.T.

  Alhamdulillah Rangkuman Pada pertemuan yang berjudul " Manusia Diantara Makhluk Allah S.W.T. " dapat dirangkum dengan lancar. Dengan Ini saya akhiri dengan Salam.

Wassalamualaikum. Wr. Wb

Kamis, 05 Oktober 2017

TUGAS 2 “Manusia Sebagai Makhluk Ciptaan Allah”

Bismillahirrahman nirrahim.  
Assalamualaikum. Wr. Wb
  Alhamdulillah pada pertemuan ini. Kita masih bisa diberi kesehatan oleh allah S.W.T.  karena dengan izin-Nya lah Saya masih bisa menyelesaikan tugas ke 2 saya dan bisa menjadi kan pertemuan kuliah saya menjadi Rangkuman Tugas 2 yang berjudul " Manusia Sebagai Makhluk Ciptaan Allah S.W.T "
A. Hakikat Manusia
Menurut bahasa hakikat berarti kebenaran atau sesuatu yang sebenar-benarnya atau asal segala sesuatu. Dapat juga dikatakan hakikat itu adalah inti dari segala sesuatu atau yang menjadi jiwa sesuatu. Sedangkan manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Tuhan. Kesempurnaan yang dimiliki manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah di muka dumi ini.
Membicarakan tentang manusia dalam pandangan ilmu pengetahuan sangat bergantung metodologi yang digunakan dan terhadap filosofis yang mendasari. Para penganut teori psikoanalisis menyebut manusia sebagai homo volens (makhluk berkeinginan). Menurut aliran ini, manusia adalah makhluk yang memiliki perilaku interaksi antara komponen biologis (id), psikologis (ego), dan social (superego). Di dalam diri manusia tedapat unsur animal (hewani), rasional (akali), dan moral (nilai). Para penganut teori behaviorisme menyebut manusia sebagai homo mehanibcus (manusia mesin). Behavior lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme (aliran yang menganalisa jiwa manusia berdasarkan laporan subjektif dan psikoanalisis (aliran yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak nampak). Behavior yang menganalisis perilaku yang nampak saja. Menurut aliran ini segala tingkah laku manusia terbentuk sebagai hasil proses pembelajaran terhadap lingkungannya, tidak disebabkan aspek. Para penganut teori kognitif menyebut manusia sebagai homo sapiens (manusia berpikir). Menurut aliran ini manusia tidak di pandang lagi sebagai makhluk yang bereaksi secara pasif pada lingkungannya, makhluk yang selalu berfikir. Penganut teori kognitif mengecam pendapat yang cenderung menganggap pikiran itu tidak nyata karena tampak tidak mempengaruhi peristiwa. Padahal berpikir, memutuskan, menyatakan, memahami, dan sebagainya adalah fakta kehidupan manusia.
Dengan demikian, dapat disimpulkan baha hakikat manusia adalah sebagai berikut:
Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
Seseorang yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai selama hidupnya.
Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati.
Individu yang mudah terpengaruh oleh lingkungan terutama dalam bidang sosial.
B. Tujuan Penciptaan Manusia
Tujuan penciptaan manusia adalah menyembah kepada penciptanya, dalam hal ini yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Pengertian penyembahan kepada Tuhan tidak bisa diartikan secara sempit, dengan hanya membayangkan aspek ritual yang tercermin dalam ibadah saja. Penyembahan berarti ketundukan manusia dalam hukum Tuhan dalam menjalankan kehidupan di muka bumi, baik yamg menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan maupun manusia dengan manusia. Oleh kerena penyembahan harus dilakukan secara suka rela, karena Tuhan tidak membutuhkan sedikitpun pada manusia karena termasuk ritual-ritual penyembahannya. Penyembahan yang sempurna dari seorang manusia adalah akan menjadikan dirinya sebagai khalifah Tuhan di muka bumi dalam mengelolah alam semesta. Keseimbangan pada kehidupan manusia dapat terjaga dengan hukum-hukum kemanusiaan yang telah Tuhan ciptakan.
C. Fungsi dan Peran Manusia
Status dasar manusia adalah sebagai khalifah. Jika khalifah diartikan sebagai penerus ajaran Tuhan maka peran yang dilakukan adalah penerus pelaku ajaran Tuhan dan sekaligus menjadi pelopor membudayakan ajaran Tuhan. Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana yang ditetapkan oleh Tuhan di antaranya adalah belajar, mengajarkan ilmu, dan membudayakan ilmu. Oleh karena itu semua yang dilakukan harus untuk kebersamaan sesama umat manusia dan Tuhan, serta pertanggungjawabannya pada 3 instansi yaitu pada diri sendiri, pada masyarakat, pada Tuhan semesta alam.
D. Hakikat Manusia sebagai Makhluk Tuhan
Hakikat manusia sebenarnya adalah makhluk multi dimensiaonal karena banyaknya definisi tentang manusia. Menurut pandangan Notonegoro mengenai hakikat manusia dilihat dari kedudukan kodratnya, manusia terdiri atas dua unsur yakni sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri sekaligus sebagai makhluk Tuhan. Sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri, manusia dalam batas-batas tertentu memiliki kemauan bebas ( free-will ) yang menjadikan manusia memiliki kemandirian dan kebebasan. Sebagai makhluk Tuhan, manusia tidak bisa melepaskan diri dari ketentuan-ketentuan Tuhan (takdir-Nya).
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak harus dilakukan, dan kita bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) buat diri kita sendiri. Manusia didudukkan sesuai dengan kodrat, harkat, martabat, hak, dan kewajibannya.
1. Kodrat manusia
Kodrat manusia adalah keseluruhan sifat-sifat sah, kemampuan atau bakat-bakat alami yang melekat pada manusia, yaitu manusia sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Ditinjau dan kodratnya, kedudukan manusia secara pribadi antara lain sesuai dengan sifat-sifat aslinya, kemampuannya, dan bakat-bakat alami yang melekat padanya.
2. Harkat manusia
Harkat manusia artinya derajat manusia. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
3. Martabat manusia
Martabat manusia artinya harga diri manusia. Martabat manusia adalah kedudukan manusia yang terhormat sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berakal budi sehingga manusia mendapat tempat yang tinggi dibanding makhluk yang lain. Ditinjau dan martabatnya, kedudukan manusia itu lebih tinggi dan lebih terhormat dibandingkan dengan makhluk lainnya.
4. Hak asasi manusia
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia sebagai anugerah dan Tuhan Yang Maha Esa, seperti hak hidup, hak milik, dan hak kebebasan atau kemerdekaan.
5. Kewajiban manusia
Kewajiban manusia artinya sesuatu yang harus dikerjakan oleh manusia. Kewajiban manusia adalah keharusan untuk melakukan sesuatu sebagai konsekuensi manusia sebagai makhluk individu yang mempunyai hak-hak asasi. Ditinjau dan kewajibannya, manusia berkedudukan sama, artinya tidak ada diskriminasi dalam melaksanakan kewajiban hidupnya sehari-hari.
Manusia tersusun atas dua unsur yaitu materi dan immateri, jasmani dan rohani. Unsur materi (tubuh) manusia berasal dari tanah dan roh manusia berasal dari substansi immateri. Tubuh mempunyai daya-daya fisik jasmani yaitu mendengar, melihat, merasa, meraba, mencium dan daya gerak. Sedangkan roh mempunyai dua daya yaitu daya berfikir yang disebut dengan akal yang bepusat dikepala dan daya rasa yang berpusat di hati (Rohiman Notowidagdo 1996:17).
Menurut Mustafa Zahri (1976:121) unsur immateri pada manusia terdiri dari roh, qalbu, aqal, dan nafsu. Unsur-unsur immateri manusia diuraikan sebagai berikut:
1. Roh
Roh diartikan sebagai pemberian hidup dari Tuhan kepada manusia. Roh ini mendapat perintah dan larangan dari Tuhan. Bertanggung jawab atas segala gerak-geriknya dan memegang komando atas segala kehidupan manusia. Roh bukan jasad dan bukan pula tubuh. Keberadaannya tidak melekat pada sesuatu. Ia adalah substansi yaitu sesuatu yang berwujud dan berdiri sendiri. Hakikat roh tidak dapat diketahui oleh manusia, serta tidak dapat diukur dan dianalisis. Roh tetap hidup walaupun tubuh sudah hancur.
2. Hati (Qalb)
Menurut Al-Ghazali, qalb memiliki dua arti yaitu arti fisik dan metafisik. Arti fisik yaitu jantung, berupa segumpal daging yang berbentuk buat memanjang yang terletak di pinggir dada sebelah kiri. Sedangkan arti metafisik, yaitu batin sebagai tempat pikiran yang sangat rahasia dan murni, yang merupakan hal yang lathif
(yang halus) yang ada pada diri manusia. Qalb ini bertanggung jawab kepada Tuhan, ditegur, dimarahi serta dihukum. Qalb menjadi bahagia apabila selalu ada di sisi Tuhan dan berusaha melepaskan dari belenggu selain Tuhan. Dengan qalb manusia dapat menangkap rasa, mengetahui dan mengenal sesuatu dan pada akhirnya memperoleh ilmu  (Dawam Raharjo, 1987:7).
3. Potensi Manusia (Akal)
Manusia memiliki sesuatu yang tidak ternilai harganya, anugerah yang sangat besar dari Tuhan, yakni akal. Sebagai makhluk yang berakal, manusia dapat mengamati sesuatu. Dalam pandangan Al-Ghazali, akal mempunyai empat pengertian yaitu:
a. Sebutan yang membedakan manusia dengan hewan
b. Ilmu yang lahir disaat anak mencapai usia akil balig, sehingga dapat membedakan perbuatan baik dan buruk.
c. Ilmu-ilmu yang didapat dari pengalaman sehingga dapat dikatakan “siapa yang banyak pengalaman, maka ia ornag yang berakal”.
d. Kekuatan yang dapat menghentikan dorongan naluriyah untuk menerawang jauh ke angkasa, mengekang dan menundukkan syahwat yang selalu menginginkan kenikmatan (Ali Gharishah. Tt: 18-19) .
4. Nafsu
Nafsu dalam istilah psikologi lebih dikenal dengan sebutan daya karsa, dalam bentuk bereaksi, berusaha, berbuat, berkemauan, atau berkehendak. Pada prinsipnya nafsu selalu cenderung pada hal yang sifatnya keburukan, kecuali nafsu tersebut dapat dikendalikn dengan dorongan-dorongan yang lai, seperti drongan akal, dorongan hati nurani yang selalu mengacu pada petunjuk Tuhan.
Manusia adalah subjek yang memiliki kesadaran (consciousness) dan penyadaran diri (self-awarness). Karena itu, manusia adalah subjek yang menyadari keberadaannya, ia mampu membedakan dirinya dengan segala sesuatu yang ada di luar dirinya (objek). Selain itu, manusia bukan saja mampu berpikir tentang diri dan alam sekitarnya, tetapi sekaligus sadar tentang pemikirannya. Manusia berkedudukan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa maka dalam pengalaman hidupnya terlihat bahkan dapat kita alami sendiri adanya fenomena kemakhlukkan (M. I. Soelaeman: 1998). Fenomena kemakhlukan ini, antara lain berupa pengakuan atas kenyataan adanya perbedaan kodrat dan martabat manusia daripada Tuhannya. Manusia merasakan dirinya begitu kecil dan rendah di hadapan Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Tinggi. Manusia mengakui keterbatasan dan ketidakberdayaannya dibanding Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Perksa. Manusia serba tidak tahu, sedangkan Tuhan serba Maha Tahu. Manusia bersifat fana, sedangkan Tuhan bersifat abadi, manusia merasakan kasih sayang TuhanNya, namun ia pun tahu pedih siksaNya. Semua melahirkan rasa cemas dan takut pada diri manusia terhadap TuhanNya begitu luhur dan suci. Semua itu menggugah kesediaan manusia untuk bersujud dan berserah diri kepada PenciptaNya. Selain itu, menyadari akan Maha Kasih SayangNya sehingga kepadaNya-lah manusia berharap dan berdoa. Dengan demikian, dibalik adanya rasa cemas dan takut itu muncul pula adanya harapan yang mengimplikasikan kesiapan untuk mengambil tindakan dalam hidupnya.
Manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan bertujuan untuk mencapai tujuan baik secara duniawi dan surgawi kebahagiaan itu dicapai bila manusia semakin menyempurnakan dirinya. Maka manusia secara bebas mengembangkan dirinya untuk semakin menjadi sempurna dan semakin baik. Manusia mengembangkan segi hidupnya, segi rohani, jasmani, pribadi, sosial, budaya, akal budi, emosi, religiositasnya dan semua segi itu perlu dikembangkan secara seimbang.
E. Tanggung Jawab Manusia sebagai Makhluk Tuhan
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, dan memberikan jawab serta menanggung akibatnya. Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya sikap tanggung jawab karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia di dalam hidupnya disamping sebagai makhluk Tuhan, makhluk individu, juga merupakan makhluk sosial. Dimana dalam kehidupannya di bebani tanggung jawab, mempunyai hak dan kewajiiban, dituntut pengabdian dan pengorbanan.
Tanggung jawab itu sendiri merupakan sifat yang mendasar dalam diri manusia. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekuensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda. Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab melainkan untuk mengisi kehidupannya. Manusia mempunyai tanggung jawab langsung kepada Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Dalam hubungannya dengan Tuhan,  manusia menempatkan posisinya sebagai ciptaan dan Tuhan sebagai pencipta. Posisi ini memiliki konsekuensi adanya keharusan manusia untuk taat dan patuh kepada Penciptanya yaitu dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Manusia diserahi tugas hidup yang merupakan amanat dan harus dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan. Tugas manusia di muka bumi ini adalah tugas kekhalifaan, yaitu tugas kepemimpinan, serta pengolaan dan pemeliharaan alam. Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang kekuasaan. Manusia menjadi khalifah memegang mandat Tuhan untuk mewujudkan kemakmuran di muka bumi. Kekuasaan yang diberikan manusia bersifat kreatif yang memungkinkan dirinya mengolah serta mendayagunakan apa yang ada di muka bumi untuk kepentingan hidupnya. Makna yang esensial dari tanggung jawab manusia terhadap Tuhan adalah ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan.
Beberapa tanggung jawab manusia terhadap Tuhan adalah sebagai berikut:
1. Beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan yang dianut masing-masing.
2. Melaksanakan segala perintahNya serta berusaha menjauhi atau meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Esa.
3. Mengabdikan diri kepada Tuhan dengan beriman dan melakukan amalan-amalan mengikut syariat yang ditetapkan oleh agama.
4. Mensyukuri nikmat yang telah dikaruniakanNya kepada kita semua.
5. Menuntut ilmu dan menggunakannya untuk kebajikan (kemaslahatan) umat manusia sebagai bekal kehidupan baik didunia maupun diakhirat kelak.
6. Menjalin tali silaturahmi atau persaudaraan guna mewujudkan kehidupan masyarakat aman, tentram, damai, dan sejahtera.
Didalam pelakasanaannya tedapat manusia yang dapat memertanggungjawabkan kewajibannya kepada Tuhan dan ada pula yang tidak. Misalkan manusia melakukan pelanggaran dari hukum-hukum yang sudah ditetapkan Tuhan. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan, maka Tuhan akan melakukan hukuman. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai Penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.
  Alhamdulillah Rangkuman Pada pertemuan yang berjudul " Manusia Sebagai Makhluk Cipataan Allah S.W.T. " dapat dirangkum dengan lancar. Dengan Ini saya akhiri dengan Salam. 

Wassalamualaikum. Wr. Wb
Refrensi :
·        - Dardiri, Achmad. 2010. Urgensi Memahami Hakikat Manusia Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta , online (URGENSI_MEMAHAMI_HAKEKAT_MANUSIA.pdf). Diakses pada Minggu, 04 September 2016.
·         - Elmubarok, Zaim, dkk. 2012. Islam Rahmatan lil’alamin . Semarang: Universitas Negeri Semarang Press
·         - Hambali, Muhammad. BAB IV Hakikat Manusia Menurut Islam , online (4_BAB_IV_HAKEKAT_MANUSIA_MENURUT_ISLAM.pdf). Diakses pada 04 September 2016.
·         Munib, Achmad, dkk. 2010. Pengantar Ilmu Pendidikan . Semarang : Universitas Negeri Semarang

TUGAS 1 “Kebenaran Dan Kebetulan”

Bismillahirrahman nirrahim.  
Assalamualaikum. Wr. Wb
  Alhamdulillah pada pertemuan ini. Kita masih bisa diberi kesehatan oleh allah S.W.T.  karena dengan izin-Nya lah Saya masih bisa menyelesaikan tugas ke 1 saya dan bisa menjadi kan pertemuan kuliah saya menjadi Rangkuman Tugas 1 yang berjudul " Kebenaran Dan Kebetulan "
            Sebagai manusia yang beriman kepada Allah SWT, hendaklah kita bisa membedakan pengertian dari kebenaran serta Kebetulan. Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa kebenaran dan kebetulan memiliki pengertian yang sama. Namun, perlu diketahui bahwa sebenarnya Kebenaran dan Kebetulan memiliki pengertian yang sama. Kebenaran bersifat mutlak yang datangnya dari Allah SWT, sedangkan kebetulan bersifat sementara.
Kebenaran sudah ada atau memang sudah ditetapkan oleh Allah SWT dan kebenaran itu memang benar-benar nyata, karena kebenaran itu sendiri sudah Allah SWT yang menetapkan dan kebenaran ini tidak dapat ditanbah atau di rubah aslinya. Dan kebetulan merupakan sesuatu hal yang terjadi tanpa kita ketahui sebelumnya bahwa itu akan terjadi dan sama dengan apa yang kita inginkan.
Ø  Perbedaan Kebenaran dan Kebetulan
Dalam hidup setiap manusia pasti mempunyai pemikiran dan bertanggapan bahwa arti dan sebuah makna kebenaran sama dengan kebetulan. Hal ini perlu diketahui bahwa kebenaran dan kebetulan memiliki pengertian yang berbeda. Kebenaran memiliki arti dan makna dan Kebetulan juga memiliki arti maupun pengertian tersendiri,mengapa kebenaran dan kebetulan berbeda dan apa pengertian dari kebenaran dan kebetulan?
Makna Kebenaran atau AL-HAQ secara etimologi Lafadz"Hak" memiliki beberapa arti yang berarti ketetapan dan kepastian. Secara umum Kebenaran merupakan sesuatu yang bisa diukur atau di evaluasi sendiri. Sedangkan menurut agam bahwa kebenaran merupakan suatu tindakan yang sudah yakin,misalkan musibah tidak bisa bisa ditentukan sendiri tidak bisa di buat sendiri apakah siangnya akan jatuh dan malamnya sakit hal itu mustahil sebab manusia tak bisa menentukan musibah kapan terjadi dan apa yang terjadi. Karena hal seperti itu hanya bisa yakin kepada keputusan Allah S.W.T,Allah yang menciptakan umatnya hidup di dunia. Oleh sebab itu bahwa kebenaran suatu keyakinan dan dimiliki oleh setiap diri manusia. Sedangkan kebetulan hanya perkiraan dan tidak melalui keyakinan. Misalkan si A anak pintar dan si B anak biasa saja namun saat ujian si B tiba-tiba mendapatkan nilai bagus dan si A terkalahkan hal ini bahwa si B hanya kebetulan saja.
Oleh sebab itu secara kebenaran memiliki dua sifat:
1.) Kebenaran mutlak merupakan kebenaran yang datang dari allah atau keyakinan. Keyakinan suatu sikap yang mendahului diri.
2.) Kebenaran secara Ilmiah merupakan kebenaran yang busa dicoba atau melalui penelitian,untuk dibuktikan dengan cara hal mungkin atau sebuah dugaan. Misalkan Kebenaran ilmiah mengenai penciptaan manusia "allah mengatakan pada surat At-Tin 95:04 manusia muncul di dunian karena di ciptakana oleh Allah S.W.T.
Alhamdulillah Rangkuman Pada pertemuan yang berjudul " Kebenaran dan Kebetulan " dapat dirangkum dengan lancar. Dengan Ini saya akhiri dengan Salam. 

Wassalamualaikum. Wr. Wb.
Refrensi : - http://sitiallienarofiah.blogspot.co.id/2016/12/kebenaran-dan-kebetulan.html?m=1
                  - http://monicrayindra.blogspot.co.id/2016/09/tugas-2-perbedaan-kebenaran-dan.html?m=1